"Anggaran belum jelas peruntukannya dan rawan korupsi, diduga hanya menghamburkan uang negara," ujar Manajer Advokasi FITRA Apung Widadi, di kantornya, Jakarta, Minggu (5/4). Penelusuran FITRA menemukan rincian kegiatan hanya untuk proyek sosialisasi, seminar, dan komunikasi publik terkait dengan revolusi mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apung menuturkan, apabila tiap ruang kelas membutuhkan biaya Rp 100 juta untuk dibangun, maka pemerintah hanya membutuhkan Rp 149,5 miliar. Duit anggaran revolusi mental dinilai cukup menutup kebutuhan tersebut.
Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) merancang pembuatan iklan dan sosialiasi revolusi mental. Program ini akan mengambil dana anggaran sebesar 140 miliar rupiah.
Anggaran 140 miliar ini akan dialokasikan untuk pembuatan iklan, film, dan dialog publik, yang mampu memberikan ruang para tokoh agama agar lebih banyak membicarakan perubahan perilaku yang mengarah ke positif.
Kelak, program ini akan berjalan lintas sektor di bawah Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pendidikan, yang akan dipimpin oleh Puan Maharani. (Baca juga: Iklan Revolusi Mental Jokowi Bakal Habiskan Rp 140 Miliar) (sur)