Badrodin Haiti: Daeng Koro, Pecatan TNI AD yang Berpengalaman

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2015 14:52 WIB
Badrodin Haiti: Daeng Koro, Pecatan TNI AD yang Berpengalaman Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti (kanan) memerhatikan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari terduga teroris yag ditembak mati di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4) malam.(ANTARA/Basri Marzuki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terduga teroris Daeng Koro diguga kuat tewas dalam baku tembak antara Densus 88 dengan kelompok dia pada Jumat (3/4) kemarin. Daeng Koro ini dinilai Polri salah satu tokoh penting dalam jejaring teror di Indonesia. Lebih penting dari pada Santoso yang kini masih dalam pengejaran.

Soal siapa Daeng Koro, masih belum banyak dikupas. CNN Indonesia melalui sambungan telepon dengan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti Minggu (5/4) berhasil sedikit menguak siapa Daeng Koro itu.

Ada yang menyebut Daeng Koro ini mantan anggota pasukan khusus. Benar begitu?


Saya tidak tahu persis. Yang saya tahu, Daeng Koro ini pecatan dari TNI.

Dari matra mana dan tahun berapa?

Dia pecatan dari salah satu kesatuan di Angkatan Darat (AD) yang ada di Makassar. Tahun berapanya saya lupa. Saya juga tak mau berkomentar apakah itu pasukan khusus atau tidak.

Bagaimana Daeng Koro bisa bergabung dengan Kelompok Santoso?

Sebenarnya dia (Daeng Koro) lebih senior dan lebih berpengalaman dari pada Santoso. Daeng Koro ini yang banyak terlibat dalam kerusuhan Poso yang awal-awal. (Kerusuhan Poso terjadi dalam tiga bagian. Akhir 1998, pertengahan April 2000 dan pertengahan Mei hingga Juni 2000). Baru setelah itu, mereka lalu bergabung dan memproklamirkan apa yang mereka sebut sebagai Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Ada hubungannya dengan ISIS tidak?

Santoso dalam beberapa kesempatan menyebut Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini bagian dari ISIS. Mereka mendukung ISIS. ( (Baca juga: Daeng Koro Pentolan Kelompok Teroris Santoso Diduga Tewas).

Dari mana suplai senjata dan amunisi Daeng Koro? Banyak menyebut dari Mindanao Filipina Selatan?

Saya masih belum berani menyebut dari mana mereka mendapatkan suplai senjata dan amunisi mereka. Kami masih melakukan penyelidikan atas itu. Setelah nanti sudah lengkap hasilnya, kami pasti akan sampaikan. (Baca juga: Daeng Koro Bantu Abu Umar sebelum Gabung Kelompok Santoso)

Bagaimana dengan suplai logistik?

Sejauh hasil penyelidikan kami, dukungan logistik mereka ini, terutama bahan makanan, mereka dapatkan dari para pendukung atau simpatisan mereka yang berada di sekitar base camp mereka. Ada juga yang merupakan hasil jual beli saja. (Base camp mereka terakhir terpantau di lokasi baku tembak, yakni Pegunungan Sakina Jaya, Sulawesi Tengah). 

Sudah ada rencana teror yang mau mereka buat?
Ini yang sedang kita dalami. Tetapi, melihat jauhnya base camp mereka yaitu di Parigi Mautong, itu sekitar 80 km sampai 90 km dari Poso, sepertinya mereka belum ada persiapan untuk aksi teror yang terbaru. (Baca juga: Segudang Jejak Teror Daeng Koro di Mata Polisi)

Lihat Fokus : Akhir Perlawanan Daeng Koro.

(hel)