"Dia ditembak mati sekitar jam 5 sore kemarin," kata Badrodin saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (5/4).
Badrodin menjelaskan bahwa sebelum ditembak mati, Farid terpisah dari kelompoknya. Dia berhasil dipojokkan di kilometer 16, Gunung Sakinah Jaya. Bersama dia, Badrodin menyebutkan bahwa ditemukan juga senjata dan bom. Badrodin menyatakan, jenazah Farid sudah dibawa ke Mapolda Sulawesi Tengah. Polisi kini tengah berupaya melakukan proses identifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Densus terlibat kontak senjata sekitar satu jam dengan 12 orang tak dikenal di Pegunungan Sakina Jaya. Baku tembak disertai ledakan bom dari kelompok yang melakukan perlawanan itu.
Tim Densus 88 Antiteror lalu melakukan penyisiran dan melihat sekitar 12 orang tak dikenal. Saat itu tembakan peringatan dilepas, dan kelompok tersebut membalas dengan rentetan tembakan.
Dari baku tembak tersebut, Densus menyita barang bukti dua pucuk senjata laras panjang jenis M-16 dan satu pucuk senjata rakitan.
Juga sebuah bom lontong, ratusan amunisi, GPS, 2 buah handphone dan peta Sulawesi.
Baca Fokus : Akhir Perlawanan Daeng Koro (hel)