Ahok Lanjutkan Pembangunan Bandara di Kepulauan Seribu

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2015 05:42 WIB
Ahok Lanjutkan Pembangunan Bandara di Kepulauan Seribu Seorang anak bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat sang Gubernur mengunjungi Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (7/4).(CNNIndonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan segera melanjutkan pembangunan Bandara di Pulau Panjang Besar Kepulauan Seribu. Bandara di Pulau Panjang yang pernah beroperasi pasca krisis di tahun 1998 lalu akan mulai dilelang pembangunannya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai tahun ini.

"Tahun depan pembangunan bisa mulai sebenarnya. Lelang kita ingin tahun ini dimulai. Saya sudah tugaskan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) untuk mengatur bagaimana cara lelangnya," ujar Basuki di Pulau Panjang Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (7/4).

Untuk menunjang pembangunan bandara, Pemprov DKI sebenarnya telah membangun bangunan anti abrasi di sekeliling pulau panjang besar. Namun, karena sempat ada masalah dalam pelaksanaan pembangunan bandara maka rencana tersebut baru akan direalisasikan Pemprov DKI mulai tahun ini.


Selain membangun bandara, Pemprov DKI juga berencana menambahkan beberapa villa dan penginapan dengan model rumah khas Betawi di sekeliling pulau panjang besar. Nantinya, pembangunan villa dan bandara akan melibatkan pihak swasta tanpa memberikan hak milik pulau kepada pemenang lelang nantinya.

"Sebetulnya di sekeliling pulau ini sudah ada anti abrasinya. Jadi akan sayang sekali kalau hanya ada bandara siapa wisatawan yang mau datang?" ujar Ahok

"Makanya kami lagi berpikir kenapa kita tidak lelangkan saja ini pulau dan bangun villa disekilingnya. Modelnya seperti Pulau Maladewa begitu, tapi rumahnya khas Bugis atau Betawi," kata Ahok melanjutkan.

Kerjasama dengan pihak swasta dipandang penting oleh Pemprov DKI agar proses pembangunan dan promosi wisata di Kepulauan Seribu dapat berjalan efektif nantinya. Apalagi, menurut Ahok, promosi wisata yang bagus dikatakan harus melibatkan pihak-pihak yang telah memiliki jaringan wisata internasional maupun nasional agar dapat berjalan lancar.

"Jakarta sebenarnya mampu membangun Bandara sendiri, tapi agar pesawat datang terus bagaimana caranya? Butuh jaringan wisata yang internasional. Jadi kami ingin eksklusif," kata Ahok.

"Pemprov DKI akan coba merumuskan cara lelang  agar swasta (tertarik) membangun, memelihara, mengoperasikan bandara. Nanti mereka dapat untuk reklamasi pembangunan villa tapi Hak Pengelolaan tetap atas nama Pemprov DKI Jakarta," kata Ahok menjelaskan.

Berdasarkan keterangan dari Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margianto, Pulau Panjang Besar memiliki luas 40 hektare dan telah terdapat landasan terbang sepanjang 900 meter di dalamnya. (hel)