Ceracau Mario itu membuat penyidik berencana untuk melakukan tindakan lebih lanjut terhadap Mario. “Akan dilakukan tes kejiwaan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tiar, Mario merupakan tamatan STM. Dia pergi dari rumah sejak 31 Maret dengan alasan ingin bertemu teman dan mencari pekerjaan di Pekanbaru.
Berdasarkan hasil investigasi otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan Kementerian Perhubungan, Mario telah merancang rencananya masuk ke roda pesawat secara matang. Dia menghabiskan waktu satu tahun untuk melakukan riset.
Mario bahkan melakukan uji coba di Bandara Internasional Kulanamu, Medan, Sumatera Utara, pada 19 Maret 2005. Namun saat itu ia gagal masuk ke landasan pacu bandara karena ketatnya pengamanan.
Sulitnya menembus Bandara Kualanamu membuat Mario mengalihkan target ke Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, yang berukuran lebih kecil dari Kualanamu, dengan pengamanan lebih longgar.
Dia meneliti seluruh maskapai penerbangan menuju Jakarta, mulai Batik Air, Citilink, sampai Garuda. Mario juga mencatat nomor penerbangan tiap maskapai dan waktu keberangkatan mereka.
Sebelum masuk ke roda pesawat GA177 sore kemarin, Mario menyusup masuk ke area bandara lewat kawasan kargo dengan melompati pagar setinggi 2,5 meter. Semula, dia mencoba menyusup ke pesawat lain, namun terpental empasan mesin jet.
Ketika itu, GA177 tengah mengambil ancang-ancang untuk lepas landas di ujung landasan pacu bandara. Mario pun langsung masuk ke ruang rodanya, dan akhirnya tiba di Jakarta seperti keinginannya.
Gara-gara Mario, Kementerian Perhubungan memutasi General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II karena dinilai lalai menjaga keamanan bandara.