Bandara Sultan Syarif Kasim II kini menjadi sorotan setelah seorang pria bernama Mario Stevan Ambarita menyusup masuk ke roda pesawat Garuda Indonesia di landasan pacu bandara itu sesaat sebelum GA177 terbang dari Pekanbaru ke Jakarta, Selasa (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen Sultan Syarif Kasim II memperkirakan Mario masuk melalui landasan pacu sisi utara yang terletak bersebelahan dengan gudang kargo. Mario kemungkinan menyusup lewat pintu di kawasan kargo bandara itu.
Mario tak mungkin masuk lewat pintu utama yang dijaga petugas itu. Ia diperkirakan menyusup ke sebelah utara gedung kargo yang penuh semak belukar namun tetap dikelilingi pagar. Mario bisa saja melompati pagar besi itu.
Secara terpisah, Vice Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan Mario telah merancang aksinya selama sepuluh hari terakhir. Pada hari-hari itu, dia mengamati dengan cermat Bandara Sultan Syarif Kasim II, termasuk saat pesawat-pesawat mendarat dan lepas landas.
Mario pun menggunakan internet untuk mempelajari cara menyelundup ke roda pesawat. Oleh sebab itu Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata menganggap Mario bukan orang sembarangan, sebab dia menyusun rencana penyusupannya dengan cermat, dan terbukti berhasil.
Ini sekaligus menjadi peringatan bagi PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara. Keamanan bandara perlu dicek secara menyeluruh, apakah ada kelalaian dalam prosedur operasi standar (SOP) penerbangan terkait kasus Mario.