Berdasarkan keterangan Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhb JA Barata, Mario bahkan telah melakukan uji coba di Bandara Internasional Kulanamu, Medan, Sumatera Utara, pada 19 Maret 2005. Namun saat itu ia gagal masuk ke landasan pacu bandara karena ketatnya pengamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mario juga mencatat nomor penerbangan tiap maskapai dan waktu keberangkatan mereka. Riset yang ia lakukan begitu detail.
Sebelum masuk ke roda pesawat GA177, Mario sesungguhnya mencoba menyusup ke pesawat lain. Namun ia terpental karena empasan mesin jet. Mario sampai jatuh. Tapi ia tak menyerah dan masuk ke roda pesawat Garuda Indonesia yang saat itu tengah mengambil ancang-ancang untuk lepas landas di ujung landasan pacu bandara.
Aksi Mario ini dinilai membahayakan nyawa penumpang lain, sebab pesawat bisa celaka jika tubuh Mario menghalangi keluarnya roda dari badan pesawat saat pendaratan.
Tak mau mempertaruhkan keselamatan penumpang, Kementerian Perhubungan pun mengambil tindakan tegas. Mereka memutasi General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II karena dinilai lalai menjaga keamanan bandara.