"Belum ada jaringan, hanya mereka yang bekerja," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Komisaris Besar, Viktor Simanjuntak, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/4).
Dia juga menyatakan, salah satu tersangka merupakan pemain lama. Tersangka Tohir, menurut Viktor, sebelumnya sudah pernah terlibat dengan kasus serupa namun baru kali ini berhasil ditangkap. (Baca: Bareskrim Ungkap Kasus Uang Palsu Asing Senilai 16 Triliun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang palsu yang diamankan kepolisian di antaranya menyerupai mata uang Amerika, Singapura, Malaysia, Kanada, Brunei Darussalam, Belanda, Euro, Hongkong dan Jerman. Jumlah masing-masing mata uang beragam, mulai dari hanya satu lembar hingga ribuan.
"Dia tidak belajar ke mana-mana. Dia ahli komputer yang jago memainkan warna," kata Viktor. (Baca: Polri Sebut Bahan Uang Palsu Mudah Didapatkan)
Karena itu, uang palsu yang dicetak pun berkualitas cukup baik. Dalam keadaan gelap, orang awam tidak akan dapat membedakan uang palsu yang dia cetak dengan uang asli. Uang palsu baru dapat terdeteksi jika diterawang atau dicek menggunakan sinar ultraviolet. (meg)