Menurutnya setiap partai pasti akan ada penumpang gelap dan di PDI Perjuangan pun pasti ada. Maka dari itu Ara -sapaan akrabnya- mengatakan peringatan yang diungkapkan sang ketua umum adalah sesuatu yang wajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ara menambahkan identifikasi sangat penting dalam prosesnya sehingga nantinya bisa menemukan akar permasalahannya. "Jangan sampai yang berkeringat dibilang penumpang gelap, tapi yang tak melakukan apa-apa dianggap berjuang," ujarnya. "Yang penting adalah bagaimana kita bisa mengidentifikasi yang jelas. Identifikasi sangat penting dalam proses sehingga kita bisa menemukan akar masalahnya," katanya.
Namun praktik yang berlawanan kerap terjadi. Mobilisasi kekuatan tim kampanye, lanjut Mega sangatlah rentan ditumpangi kepentingan. “Kepentingan yang menjadi “penumpang gelap” untuk menguasai sumber daya alam bangsa. Kepentingan yang semula hadir dalam wajah kerakyatan, mendadak berubah menjadi hasrat kekuasaan. Inilah sisi gelap kekuasaan saudara-saudara,” katanya.
Soal penumpang gelap ini, tutur Mega ini tidak berdiri sendiri. Di sana, ada simbiosis kekuatan anti partai dan kekuatan modal, yang berhadapan dengan gerakan berdikari. Mereka adalah kaum oportunis. Mereka tidak mau berkerja keras membangun partai. “Mereka tidak mau mengorganisir rakyat, kecuali menunggu, menunggu, dan selanjutnya menyalip di tikungan saudara-saudara,” kata Mega.
Baca Fokus:Kongres Partai Penguasa (hel)