Mengaku Sakit, Sutan Bhatoegana Absen Lagi di Sidang Korupsi

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Senin, 13/04/2015 16:00 WIB
Mengaku Sakit, Sutan Bhatoegana Absen Lagi di Sidang Korupsi Sutan Bhatoegana kembali mangkir di persidangan dengan alasan sakit. (Antara/Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perencanaan (APBN-P) Tahun 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sutan Bhatoegana, tak menghadiri sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (13/4). Dia dan kuasa hukumnya tak tampak di ruang sidang.

"Sutan mohon izin sakit. Ada surat dokter dari Rutan di KPK," kata Jaksa Dody Sukmono di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Namun jaksa tak tahu sakit apa yang diderita Sutan.

Seharusnya Sutan menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan pada pukul 14.00 WIB. Namun dakwaan batal dibacakan. Pada sidang pekan lalu, jaksa juga gagal membacakan dakwaan lantaran Sutan tengah menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


Menanggapi pernyataan jaksa, Hakim Ketua Artha Theresia menanyakan kepastian kehadiran Sutan. Jaksa pun mengusahakan Sutan untuk hadir pada Kamis pekan ini (16/4). "Kami usahakan sidang Kamis pagi jam 9," kata dia.

Sebelumnya, Sutan mendesak majelis hakim untuk mengizinkannya ke dokter. Dia mengaku behel berwarna kuning yang telah dipakainya sejak 1,5 tahun lalu copot di beberapa bagian.

"Ini sudah menusuk-nusuk. Kalau tidak periksa, saya bisa meninggal di tempat. Supaya memperlancar, saya minta majelis mengizinkan saya berobat ke dokter yang selama ini sudah ditunjuk," ujar Sutan saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (6/4).

Selain perawatan gigi, perawatan kesehatan lain juga dilakukan Sutan untuk jaringan keloid yang muncul di tubuhnya. "Saya biasa disuntik keloid satu bulan sekali," kata dia. Sutan berharap majelis juga mengizinkan perawatan tersebut.

Lembaga antirasuah menyangka Sutan menerima duit suap dari Komisaris Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya senilai US$ 200 ribu. Duit tersebut merupakan bagian dari duit suap yang diterima juga oleh mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Dalam amar putusan Rudi, nama bekas Ketua Komisi Energi DPR itu terseret.

Sutan ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Mei 2014. Politikus Demokrat itu ditahan lembaga antirasuah sejak 2 Februari 2015. Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (agk/agk)