Eksekusi Mati Raja Narkoba Freddy Budiman akan Dipercepat

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 15:39 WIB
Eksekusi Mati Raja Narkoba Freddy Budiman akan Dipercepat Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Republik Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Kejaksaan Agung untuk mempercepat eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba Freddy Budiman, menyusul terungkapnya jaringan Freddy yang mengendalikan peredaran narkotik jenis baru CC4 dari balik jeruji besi.

“Kami sudah kirim surat ke Kumham dan Jaksa Agung. Pasti mereka mengambil langkah,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso, Selasa (14/4), dalam konferensi pers di Ruko CBD, Cengkareng, Jakarta Barat –lokasi yang digunakan untuk memproduksi narkotik.

Tindakan tegas Polri ini diambil karena narkotik yang diedarkan Freddy masuk kategori amat berbahaya. Ada dua jenis narkotik yang disita polisi sebagai barang bukti: asli dan oplosan. Namun keduanya dinilai sama berbahaya.


“Yang KW itu campuran. Yang asli dari Belanda, kualitasnya luar biasa. Yang KW  dioplos dengan bahan asal negeri lain yang kualitasnya lebih rendah. Semua bahaya. Tak ada salah satu yang lebih bahaya,” ujar Budi Waseso. (Baca: Efek CC4 Bisa Buat Pemakainya Bunuh Diri)

Terkait bahan dari Belanda itu, peredaran narkotik jaringan Freddy pun melibatkan warna negara Belanda yang punya nama alias Boncel. Persoalannya, hukum di Belanda yang membolehkan penggunaan narkoba di area terbatas membuat Boncel jadi sulit ditangkap. Dia hanya bisa ditangkap jika keluar dari Belanda.

Polri pun bekerjasama dengan pemerintah Belanda untuk bisa menangkap Boncel, sebab jaringan Boncel ada di Indonesia. Untuk itu Polri telah melayangkan surat resmi ke Kedutaan Belanda. Polri pun berharap Presiden Jokowi turun tangan membantu. (agk/agk)