Mayat wanita yang biasa disapai Tata itu ditemukan Jumat pekan lalu di kamar sewaannya. Tata ditemukan dalam kondisi tanpa busana, leher terlilit kabel dan mulut disumpal kaos kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, sosok RS merupakan seorang guru privat pada sebuah lembaga bimbingan belajar di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Petugas menurut Heru masih terus mengembangkan kasus ini. (Baca juga: Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan yang Tewas di Tebet)
Sehari-hari, Tata bisa melayani pelanggannya di kamar indekosnya di Boarding house 15C Tebet Utara, Tebet. Dalam sehari, ada sekitar tiga sampai lima tamu yang datang ke kamar Tata.
Saat ini, polisi tengah mendalami keterangan tersangka RS. Polisi tak percaya begitu saja pengakuan guru ini yang mengatakan ia spontan membunuh Tata. RS menurut Heru sudah punya seorang isteri dan seorang anak berusia 8 tahun. "Anaknya satu lagi masih dalam kandungan isterinya," kata Heru.
Polisi terus Periksa Tersangka
Kepolisian mengatakan masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin atau yang lebih dikenal Tata -wanita yang tewas di kamar kosnya di kawasan Tebet Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan Kepala Sub Direktorat Jatantras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan saat dikonfirmasi CNN Indonesia, saat ini tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan verbal untuk menguatkan bukti tindakan yang dilakukan sang tersangka. “Kami periksa tersangka untuk terus mencari bukti kuat,” katanya melalui pesan singkat.
Menurut Herry, penangkapan tersangka diperoleh dari pengumpulan barang bukti dan olah tempat kejadian perkara. Seperti diberitakan sebelumnya, sebenarnya banyak petunjuk dari tempat kejadian yang bisa menuntun kepolisian untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan ini.
Salah satunya adalah buku yang berupa banyak informasi soal nama-nama teman korban dan jejaring media sosialnya. (sur)