Pelaku Pembunuh Deudeuh adalah Pengajar Bimbel di Kedoya

Rosmiyati Dewi Kandi & Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 15/04/2015 13:27 WIB
Selepas mengajar di sebuah bimbel di Kedoya, Jakarta Barat, pelaku MRS mendatangi kamar kos korban. Menurut polisi, awalnya tak ada niat pelaku untuk membunuh. Ilustrasi pembunuhan. (Dok.Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Polda Metro Jaya membekuk pelaku yang diduga membunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata di Jonggol, Jawa Barat, Rabu dini hari (15/4).  Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ajun Komisaris Besar Herry Heriyawan mengatakan, pelaku berinisial MRS adalah seorang guru di sebuah lembaga bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

"Pelaku ini adalah salah satu guru bimbel di daerah Kedoya," ujar Herry dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Albert Sianipar menyatakan, pelaku MRS mendatangi kamar kos Tata pada 10 April lalu setelah mengajar di bimbel. " Sehabis tersangka melakukan aktivitas mengajar di daerah Tanah Abang, langsung menuju kos korban dan melakukan hubungan sebelum akhirnya dibunuh," kata Albert.


Pertemuan Tata dengan MRS pada 10 April merupakan pertemuan kedua setelah pada pertengah Maret 2015 keduanya juga pernah bertemu muka. Pertemuan pertama, pelaku menumpang kereta dari Stasiun Pesing menuju Stasiun Tebet, dilanjutkan berjalan kaki ke kos korban di  Jalan Tebet Utara 15C Nomor 28 RT 007/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Hari itu, keduanya bersepakat untuk melakukan hubungan intim. Namun saat hubungan badan Tata dan MRS masih berjalan, Tata menyebut bahwa tubuh MRS bau badan sehingga membaut pelaku tersinggung dan secara spontan mencekik leher Tata.

Tata sempat melawan dengan menggigit jari tersangka. Namun tak berhasil hingga akhirnya melemah dan meninggal. Dalam siutasi itu, MRS membawa sejumlah barang berharga milik Tata.

(Baca: Polisi: Deudeuh Sempat Menggigit Jari Pembunuhnya)

Atas perbuatannya, MRS dijerat Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pasal 338 menyebutkan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara maksimal 15 tahun. Sedangkan Pasal 365 di antaranya mengatur soal pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan korban meninggal.

Seperti diberitakan, Tata ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15C Nomor 28 RT 007/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu malam (11/4). Saat ditemukan di kamar kos yang dia sewa seharga Rp 2 juta per bulan, mulut Tata tersumpal kaos kaki, leher terlilit kabel, dan tanpa busana.

Selain dibunuh, sejumlah barang berharga milik Tata juga tak ditemukan di kamarnya. Barang tersebut yaitu dua unit telepon genggam, dua buah cincin, dan satu buah kalung, termasuk komputer Macbook. (rdk)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK