Namun JK tak sependapat. “Tidak perlulah. Peserta KAA kan hanya berada di sekian hotel dan di daerah tertentu saja,” kata dia usai meninjau kesiapan KAA di gedung Jakarta Convention Center, kompleks Gelora Bung Karno, yang akan jadi pusat konferensi. (Baca: ‘Bawelnya’ JK Saat Mengecek Kesiapan KAA)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini peringatan sekaligus evaluasi atas apa yang terjadi selama 60 tahun di Asia-Afrika. Apa saja yang berhasil dan belum berhasil. Generasi muda bisa belajar bahwa dulu, 60 tahun lalu, pemimpin Indonesia, Bung Karno, punya visi luar biasa, visi yang mendahului negara-negara lain sehingga dikenang sampai hari ini,” kata JK.
Terkait pembelajaran bagi generasi muda itulah, ujar JK, pemerintah akan mengundang para mahasiswa melalui pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mereka untuk menghadiri KAA.
Melalui Peringatan 60 Tahun KAA, kata JK, negara-negara Asia dan Afrika hendak membawa pesan kepada dunia untuk membuat dunia lebih adil, maju, setara, dan damai –konsep yang tertuang pada Dasasila Bandung, 10 butir kesepakatan hasil KAA 1955.
Salah satu bahasan penting yang bakal dibahas pada KAA ialah kemerdekaan Palestina. Menurut JK, setelah 40 tahun bicara soal Palestina, maka saat ini tinggal bagaimana merealisasikan secara nyata dukungan bagi 40 juta orang yang menghuni negeri itu. (agk)