Fadli Zon Desak Jokowi Evaluasi Kabinet

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 07:53 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Indonesia saat ini tidak lebih baik. Presiden menurutnya punya kewenangan untuk mengevaluasi kinerja menteri. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua DPR-RI Setyo Novanto (kanan), Wakil Ketua DPR, Fadli Zon saat memulai rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2015.(CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah berjalan selama enam bulan. Isu reshuffle kabinet menteri, semakin santer terdengar.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengakui kondisi Indonesia yang tidak lebih baik pada saat ini. Ia mengatakan Presiden Joko Widodo memiliki kewenangan seutuhnya untuk mengevaluasi kinerja dari para menterinya. (Baca juga: Apapun Kondisinya, Rombak Kabinet Kewenangan Jokowi)

Wakil Ketua Umum Gerindra itu menyebutkan contoh dari buruknya perekonomian Indonesia dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok dan transportasi yang sangat menyusahkan masyarakat. “Di bidang ekonomi cukup lamban perkembangannya, bisa dibilang buruk," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/4). (Baca juga: Demokrat: Kabinet Bidang Ekonomi dan Politik Perlu Evaluasi)


Selain itu, Fadli juga mengungkapkan belum adanya stabilitas di bidang politik dan hukum. "Dibawah Kemenkumham, terlalu banyak yang ikut campur. Tidak ada stabilitas politik, tidak ada terobosan jitu," ujar pimpinan DPR yang menangani bidang politik, hukum dan keamanan tersebut. (Baca juga: Putusan Yasonna Bikin Jokowi Tak Happy)

Dia menyebutkan, Jokowi bisa mendasarkan evaluasinya dari survei perihal kinerja pemerintahan yang sudah dirilis oleh beberapa lembaga politik dan survei. Sebelum memberikan evaluasi terhadap kinerja kabinetnya, lanjut Fadli Zon, ada baiknya pula Jokowi meminta masukan dari para ahli di bidangnya masing-masing.

“Bisa dilihat juga dari laporan kerja yang sudah dihasilkan, apakah sudah jelas road mapnya? Kalau begini-gini saja, buang-buang waktu," tegas Fadli. (Baca juga: Politisi PDIP Sebut Banyak Menteri Tak Paham Konsep Jokowi

Isu reshuffle ini kembali berhembus setelah Poltracking merilis hasi survei terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Poltracking menyebut, sebanyak 48,5 persen responden mereka menyatakan tidak puas pada hasil kerja sementara Kabinet Kerja.

Angka ketidakpuasan tersebut lebih rendah dibandingkan presentase narasumber yang menyatakan puas terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yakni 44 persen. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kabinet Kerja ini merupakan yang terendah dalam enam bulan terakhir. (Baca juga: Kepuasan atas Kinerja Jokowi-JK Capai Titik Terendah). (hel)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK