Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan ada tiga bahan pokok yang akan menjadi objek pendalaman penyelidikan oleh petugas Polri. Namun, dia enggan untuk merinci seperti apa bahan pokok yang dia temukan tersebut.
"Sudah ada (titik terang). Insha Allah sudah ada tiga pokok bahan yang nantinya akan dilakukan pendalaman," kata Budi saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa malam (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah personel yang akan ditambah dan dikirimkan ke Benjina berjumlah lima orang.
Sementara untuk arah penyelesaian kasus Benjina ini Budi mengungkapkan Bareskrim masih harus melihat dan membuktikan apa yang mereka lihat. Budi pun mengaku belum bisa menentukan perusahaan atau jaringan mana orang-orang tersebut melakukan kejahatan.
"Nanti kami lihat dan buktikan. Kami belum bisa menentukan dari perusahaan atau jaringan apa saja," ujarnya.
Sebelumnya, kapal milik PT Pusaka Benjina Resources diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi di Kepulauan Aru, Maluku. Kasus perbudakan pertama kali diungkap oleh media asing Associated Press (AP) dalam investigasinya yang berjudul "Are slaves catching the fish you buy?" pada 25 Maret 2015.
Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut. (utd)