Penutupan KAA Hasilkan 25 Deklarasi Kesepakatan

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 21:55 WIB
Penutupan KAA Hasilkan 25 Deklarasi Kesepakatan Presiden Iran Hassan Rouhani (kedua kiri) didampingi delegasi Iran berjalan meninggalkan ruangan seusai penutupan Konferensi Asia Afrika 2015 (KAA) di Jakarta Convention Center, Kamis (23/4). (AntaraFoto/Panca Syukarni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika ke-60 telah selesai dilaksanakan dan ditutup langsung Ketua DPR RI Setya Novanto, pada Kamis (23/4). Dalam penutupan yang diadakan di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI tersebut para kepala negara yang hadir menyepakati 25 poin deklarasi.

Dalam kesepakatan tersebut, 31 negara menandatangani kesepakatan yang menjadi awal kerja sama antar peserta Asia-Afrika. Wakil Ketua DPR Fadli zon mengungkapkan solidaritas Palestina juga menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.

"Telah ditandatangani 25 poin bersama, tentang kedamaian dan keamanan, serta solidaritas Palestina yang ditandangani semua sekaligus menutup sesi terakhir ini," ujar Fadli saat ditemui di kompleks DPR RI, Kamis (23/4).


Dari 25 poin deklarasi yang ditandatangani, Fadli menyebut ada lima poin penting yang menjadi sorotan dalam pagelaran konferensi tersebut. (Baca Juga: FOKUS Hiruk Pikuk Konferensi Asia Afrika)

Poin pertama adalah soal memperkuat peran pemerintah dalam kerangka kerja sama negara selatan-selatan, kemakmuran dunia, serta promosi perdamaian. Kedua adalah soal seluruh negara sepakat meneguhkan komitmen Dasasila Bandung dengan semangat solidaritas.

"Seluruh negara sepakat meneguhkan komitmen Dasasila Bandung dengan semangat solidaritas, persahabatan, dan kerja sama sebagai prinsip pokok," ujarnya.

"Ketiga adalah peserta konferensi menegaskan komitmen untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan kedaulatan wilayahnya sesuai dengan 1967," kata Fadli menambahkan.

Fadli menegaskan peserta konferensi mengutuk keras dan menuntut agar Israel membebaskan tahanan Palestina yang ditangkap semena-mena dan tanpa proses peradilan yang memadai.

Poin keempat adalah peserta konferensi menegaskan komitmen negara Asia-Afrika untuk terlibat sedini mungkin dalam agenda pembangunan global yang berkelanjutan.

Sementara poin terakhir adalah untuk mewujudkan kerja sama antara negara Asia-Afrika ke depan, peserta konferensi akan mendukung pembentukan grup parlemen Asia-Afrika. (utd/utd)