Saat haru itu, kata pengacara Mary Jane Ismail Muhammad, jam menunjukkan sekitar pukul 09.30 WIB. Keluarga Mary Jane yang datang langsung dari Filipina terdiri atas Ayah, ibu, kakak perempuan dan dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 5 tahun.
“Mengharukan sekali, tangis pecah saat Mary memeluk anak dan ayahnya,” kata Ismail yang mencoba merekonstruksi kejadian saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (25/4) malam. (Baca juga: Banjir Doa untuk Terpidana Mati Mary Jane Jelang Eksekusi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini belum ada waktu yang terang soal eksekusi mati. Bahkan, menurut dia yang turut hadir dalam pertemuan antara pihak eksekutor dengan keluarga terpidana pada Sabtu siang, pihak jaksa belum memberitahukan soal waktu pasti, baik tanggal maupun jam eksekusi. (Baca juga: Perwakilan Negara 10 Terpidana Mati Diundang ke Nusakambangan)
Kejaksaan Soal Waktu Eksekusi
CNN Indonesia lantas mencoba mengkonfirmasi Kejaksaan Agung selaku eksekutor soal waktu pasti eksekusi. Menurut Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan eksekusi 10 terpidana mati di Pulau Nusakambangan belum dipastikan pada Selasa pekan depan.
"72 jam notifikasi itu artinya paling lambat," kata Tony kepada CNN Indonesia, Sabtu (25/4) malam. Artinya, lanjut Tony, pelaksanaan eksekusi tersebut bisa saja setelah hari Selasa mendatang. (Baca juga: Sepuluh Terpidana Mati Narkoba Sudah Lengkap di Nusakambangan)
Saat ini, sepuluh terpidana mati tersebut telah lengkap berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Para terpidana mati juga telah diisolasi. Mary Jane kini mendekam di LP Besi. Bersama Mary, tiga terpidana mati lainnya telah lebih dulu menghuni LP tersebut, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran asal Australia, serta Raheem Agbaje Salami asal Nigeria.
Sementara itu Serge Areski Atlaoui asal Prancis, Rodrigo Gularte asal Brasil, dan Zainal Abidin warga Indonesia, berada di LP Pasir Putih. Tiga terpidana lainnya, yakni Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa dan Okwudili Oyatanze asal Nigeria, serta Martin Anderson alias Belo asal Ghana berada di LP Batu. (Baca juga: Surat Terpidana Mati Mary Jane untuk Presiden Jokowi) (sip)