“Tidur bersama sebelum eksekusi mati, itu menjadi salah satu permintaan terakhir Mary Jane,” kata Ismail saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, bahkan sang suami, Michael Cadelaria, bersama seluruh keluarga Mary Jane, tengah berada di Dermaga Wijayapura Cilacap, untuk menyeberang ke Nusakambangan. “Satu hal lagi permohonan pendampingan oleh seorang romo juga sedang diusahakan belakangan ini.” (Baca juga: Akhirnya, Mary Jane bakal Bertemu Suami)
Saat ini, sepuluh terpidana mati tersebut telah lengkap berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Para terpidana mati juga telah diisolasi. Mary Jane kini mendekam di LP Besi. Bersama Mary, tiga terpidana mati lainnya telah lebih dulu menghuni LP tersebut, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran asal Australia, serta Raheem Agbaje Salami asal Nigeria.
Sementara itu Serge Areski Atlaoui asal Prancis, Rodrigo Gularte asal Brasil, dan Zainal Abidin warga Indonesia, berada di LP Pasir Putih. Tiga terpidana lainnya, yakni Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa dan Okwudili Oyatanze asal Nigeria, serta Martin Anderson alias Belo asal Ghana berada di LP Batu.
Baca Fokus: Eksekusi Mati Kian Dekat (sip)