"Kami membuat peti ini untuk peti jenazah keduanya," ucap Agus, satu dari tiga pegawai Rumah Persemayaman Abadi yang ditugaskan membuat peti ini.
Ia memaparkan, peti tersebut nantinya akan melapisi peti kayu yang berisikan jenazah Andrew dan Myuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi terakhir yang diterima Agus, saat ini sedang diberikan suntikan formalin kepada jenazah Andrew dan Myuran. "Agar besok tetap utuh saat tiba di Australia," ujarnya.
Informasi yang CNN Indonesia himpun, jenazah Andrew dan Myuran ditempatkan di ruang duka kelas VIP. Selebihnya, tidak ada otoritas Kedutaan Besar Australia maupun kepolisian yang mau memberikan keterangan. Belum jelas apakah keluarga kedua terpidana mati ini telah berada di rumah duka atau belum. (Lihat fokus: Setelah Bedil Menyalak)
Andrew dan Myuran tetap dieksekusi regu tembak tadi malam di Nusakambangan meski berbagai desakan agar eksekusi dibatalkan terus berdatangan. Berbagai upaya hukum telah ditempuh keduanya dari mulai peninjauan kembali hingga grasi.
Bahkan keputusan penolakan grasi keduanya digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Belakangan bahkan kuasa hukum keduanya mengatakan ada praktik suap dalam persidangan keduanya di Denpasar, Bali.
Eksekusi keduanya membuat pemerintah Australia memanggil pulang duta besar mereka dari Indonesia. Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, pemanggilan pulang duta besar ini untuk kepentingan konsultasi. (Baca juga: Warganya Dieksekusi, Australia Tarik Dubes dari Indonesia) (sur)