Ahok: Bus Umum Segera Masuk ke Jalur TransJakarta

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 14:42 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasukan setiap bus umum di ibu kota ke dalam koordinasi PT. TransJakarta mulai 5 Juni 2015 mendatang. Sejumlah orang mendorong bus Transjakarta yang mogok di kawasan Manggarai, Jakarta, Jumat (13/3). Bus Transjakarta jurusan kampung Dukuh-Pulogadung dengan kode BMP 103 itu mogok saat melintasi tanjakan. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasukan setiap bus umum di ibu kota ke dalam koordinasi PT. TransJakarta mulai 5 Juni 2015 mendatang.

Nantinya, Pemprov DKI memang berencana untuk memasukan setiap bus di ibu kota ke dalam jalur TransJakarta.

Namun, setiap bus yang hendak melintas di jalur TransJakarta harus sebelumnya berada di bawah koordinasi perusahaan transportasi massal tersebut. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jika belum berada di bawah kendali PT. TransJakarta, maka bus-bus yang ada tidak dapat melintasi jalur khusus bus TransJakarta yang tersedia.


"Mulai masuk (ke jalur TransJakarta), artinya semua bus harus masuk di bawah koordinasi TransJakarta. Mulai 5 Juni 2015 kita jalan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/4).

Jika pengalihan koordinasi bus berjalan lancar, maka Ahok memprediksi kemacetan di ibu kota akibat banyaknya angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat akan berkurang.

Apalagi, nantinya pembayaran para sopir dan kondektur bus akan dilakukan dengan sistem rupiah per kilometer, tanpa melihat banyak-tidaknya jumlah penumpang yang menaiki angkutan tersebut.

"Kalau kita teliti dengan baik semua bus itu sebetulnya ngetem karena penumpang kan hanya di pagi atau sore. Terus kalau nggak ada penumpang mereka tidak mau jalan," ujar Ahok.

"Kita masukkan (koordinasi bus umum) ke TransJakarta dan dibayar rupiah per kilometer agar, walaupun tak ada penumpang, 10 menit bus tetap jalan," kata Ahok menjelaskan rencananya. (obs/obs)