"Saya melihan timnya Pak Jokowi, baik istana maupun kabinet masih kurang pengalaman. Amatiran," ujar Drajad di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Poltracking merilis survei yang menyatakan tingginya persentase kurang puasnya masyarakat atas keadaan ekonomi Indonesia saat ini. Sebanyak 42.7 persen menyatakan sangat kurang puas, kemudian 12.9 persen menyatakan sangat tidak puas.
Sebanyak 58.8 persen dari responden menjawab harga-harga pokok yang mahal menjadi masalah yang paling utama. Munculnya isu reshuffle, terutama untuk tim ekonomi Presiden Jokowi pun kian santer terdengar karena kondisi tersebut.
"Saya tidak dalam posisi apakah itu harus diganti. Saya berada diluar. Tapi itu taruhannya negara, dan berdampak ke rakyat," tegasnya. (meg)