"Tentunya pemerintah dalam hal ini presiden, saya berharap, memberikan dukungan yang sungguh-sungguh. Saya yakin presiden akan melakukan itu, juga pimpinan Polri. Dengan begitu, setidaknya hal seperti ini tidak ada lagi," ujar Novel saat ditemui di rumah pribadinya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (3/5). (Baca: Soal KPK-Polri, Refly Minta Jokowi Tegas Intervensi Hukum)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap berani dan jangan takut menghadapi segala ancaman. Tak perlu takut seumpama karena melakukan tindakan dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan, terdapat upaya untuk dihilangkan atau direndahkan," ungkapnya.
Sebelum ibadah salat Jumat, Novel dibawa ke Markas Korps Brigade Mobil. Saat itu ia telah mengenakan seragam oranye tahanan polisi. Tangannya pun diikat penyidik, bukan dengan borgol tapi dengan tali.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB Novel diterbangkan ke Bengkulu untuk menjalani rekonstruksi. Namun, dirinya menolak lantaran tak didampingi kuasa hukum. Lalu, pada Sabtu, sekitar pukul 16.00 WIB, Novel kembali tiba di Jakarta.
Novel dijadikan tersangka pada 1 Oktober 2012 oleh Polres Bengkulu atas dugaan penganiayaan seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas pada 2004. Saat itu, ia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu.
(obs)