"Harusnya hari ini diperiksa tapi karena ada rapat, ditunda," ujar Eri di depan kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (5/5). (Baca juga: Soal UPS, M.Taufik: Selain Lulung, Polisi Perlu Periksa Ahok)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia diketahui sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan alat penyimpan daya listrik sementara atau uninterruptible power supply yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta Tahun 2014.
Otoritas Bareskrim menyatakan, keduanya akan dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Baca juga: Polisi akan Perluas Penyidikan Dugaan Korupsi UPS)
Sebelumnya, pihak Bareskrim Polri sempat mengatakan, hingga saat ini kasus masih dikembangkan dan masih ada kemungkinan akan ditetapkannya tersangka baru. Tersangka baru itu, kemungkinan berasal dari DPRD DKI Jakarta dan distributor UPS.
Kepolisian juga memaparkan, nantinya pihak yang diduga kuat melakukan kejahatan dalam pengadaan ini akan disangkakan melanggar pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (meg)