Presiden Kurang Waktu, JK Setuju Dibentuk Tim Komunikasi
Noor Aspasia Hasibuan | CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2015 14:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi pembentukan Tim Komunikasi Presiden. Menurutnya, waktu yang dimiliki Presiden Joko Widodo sangat ketat sementara dibutuhkan persiapan matang sebelum Presiden menyampaikan sesuatu ke publik.
"Tentu bagus selama ini karena kadang presiden kekurangan waktu dan butuh persiapan tertulis baik-baik," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (12/5).
JK mengatakan penambahan Tim Jokowi ini seimbang dengan urusan yang memang banyak dipegang oleh Presiden.
Diwawancara secara terpisah, salah satu sumber CNN Indonesia menyatakan bahwa saat ini Jokowi cukup keteteran dengan agenda dan laporan seluruh kegiatan kenegaraan.
"Tak ada tim yang input khusus semacam laporan harian ke Jokowi," ujarnya.
Sementara itu sebelumnya Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan bahwa Presiden tengah menyiapkan Tim Komunikasi Presiden.
"Arahan Presiden yang dibentuk adalah Tim Komunikasi Presiden," ujar Andi di Aula Serbaguna Gedung 3 Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Andi menyampaikan, Keputusan Presiden pembentukan tim tersebut sudah keluar. Tim ini akan diisi oleh dua orang staf khusus presiden yakni Teten Masduki dan Sukardi Rinakit.
Sukardi Rinakit sendiri mengatakan bahwa Tim Komunikasi Presiden tidak akan menjalankan tugas layaknya juru bicara kepresidenan. Fungsi tim secara spesifik membantu komunikasi publik Presiden. (sur)
"Tentu bagus selama ini karena kadang presiden kekurangan waktu dan butuh persiapan tertulis baik-baik," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada tim yang input khusus semacam laporan harian ke Jokowi," ujarnya.
"Arahan Presiden yang dibentuk adalah Tim Komunikasi Presiden," ujar Andi di Aula Serbaguna Gedung 3 Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Andi menyampaikan, Keputusan Presiden pembentukan tim tersebut sudah keluar. Tim ini akan diisi oleh dua orang staf khusus presiden yakni Teten Masduki dan Sukardi Rinakit.
Sukardi Rinakit sendiri mengatakan bahwa Tim Komunikasi Presiden tidak akan menjalankan tugas layaknya juru bicara kepresidenan. Fungsi tim secara spesifik membantu komunikasi publik Presiden. (sur)