Di Depan Jokowi, SBY Nyatakan Tiga Sikap

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2015 21:49 WIB
Di Depan Jokowi, SBY Nyatakan Tiga Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyaksikan persiapan pembukaan kongres Partai Demokrat ke-IV di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan sikapnya terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai partai penyeimbang yang berada di luar pemerintahan, dia menegaskan akan tetap mendukung sekaligus kritis terhadap pemerintah.

Sikap yang pertama, kata SBY, adalah mewajibkan kepala daerah untuk loyal kepada Jokowi. "Harus loyal dan membantu penuh mengemban tugas pemerintahan," ujarnya dalam pembukaan Kongres di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5).

Selain itu, dia juga menyatakan Demokrat harus mendukung setiap kebijakan pemerintah, asalkan kebijakan tersebut dinilai tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Baca: Demokrat Bantah Dekati Megawati demi Posisi di Pemerintahan)



Yang ketiga, Demokrat harus tetap mengkritisi dan mengawasi kebijakan masyarakat jika kebijakan tersebut dinilai tidak tepat dan berlawanan dengan kebutuhan masyarakat.

"Ini kecintaan dan tanggung jawab Demokrat pada pemerintah dan untuk memenuhi keinginan rakyat," kata SBY.

Sementara itu, Jokowi menyatakan tugas partai politik tidak mungkin bisa dijalankan jika tidak mendengarkan suara masyarakat.

"Tidak mungkin jika identik dengan arena pertandingan perebutan kekuasaan atau batu loncatan menuju posisi politik strategis," ujarnya.

"Setiap partai menjadi rumah dialog, rumah harapan yang menampung aspirasi masyarakat. Aspirasi petani, buruh, nelayan, penjual baso, guru dan profesi lainnya," ujar Jokowi menegaskan.

Kongres IV Demokrat malam ini telah resmi dibuka. Agenda utama kongres ini di antaranya adalah pemilihan ketua umum yang rencananya akan dilakukan pada paripurna ketiga.

SBY menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri. Kemungkinan besar dia akan terpilih lagi secara aklamasi untuk menjabat sebagai ketua umum partainya.  

(obs/obs)