Beras Plastik Mengancam, BPOM Turun Tangan Bantu Kementan

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Rabu, 20/05/2015 10:46 WIB
Beras Plastik Mengancam, BPOM Turun Tangan Bantu Kementan Pedagang menunjukkan beras sentra ramos di Pasar Tanah Merah Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (19/5). Beras yang berasal dari Karawang tersebut dijual Rp 8.000 dan diduga dicampur bahan sintetis. (Antara/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terungkapnya peredaran beras plastik di Pasar Mutiara Gading, Bekasi, awal pekan ini, mengkhawatirkan masyarakat karena bahaya yang ditimbulkannya. Kementerian Pertanian pun menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menguji beras itu.

“Saat ini kami dimintai bantuan oleh Kementerian Pertanian untuk menguji sampel beras. Uji sampel sedang berlangsung,” ujar salah seorang pejabat BPOM kepada CNN Indonesia, Rabu (20/5).

Menurutnya, fasilitas laboratorium yang dimiliki BPOM memang mendukung untuk pengujian sampel pangan berbahaya. BPOM pun siap berkoordinasi dengan Kementan dan membantu penuh kementerian pimpinan Amran Sulaiman itu.


Kementerian Perdagangan sebelumnya telah memeriksa sejumlah toko di Pasar Mutuara Gading Timur. Namun hingga kini mereka belum bisa menemukan pemasok beras tersebut.

“Ketika menerjunkan tim ke lapangan, saya sebenarnya ingin diam-diam dulu. Tapi ternyata sudah tersebar. Jadi kami sulit menemukan pemasok beras tersebut. Mereka sudah pasang kuda-kuda,” ujar Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo.

Kemendag menegaskan sampai saat ini belum menerbitkan izin impor beras, termasuk beras plastik. “Selama masa kepemimpinan saya, belum pernah Kemendag mengeluarkan izin impor beras, apalagi beras plastik. Dari mana asal-usul beras itu? Kalau dari luar negeri, itu masuk kategori ilegal. Itu yang masih dicari tahu,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Untuk mengusut asal-mula beras plastik ini, Kemendag menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polri, serta berencana untuk membentuk tim khusus guna melakukan penyelidikan intensif.

Meski Kemendag belum berhasil menemukan pemasok beras, Kepolisian setidaknya telah mengantongi informasi setelah menginterogasi pemilik salah satu kios yang menjual beras plastik di Pasar Mutiara Gading.

Kepada polisi, si penjual mengaku memperoleh beras tersebut dari distributor di Karawang. Namun ia tak mendapatkan beras itu langsung dari distributor Karawang tersebut, melainkan melalui perantara penjual lain.

Polisi mengetahui toko beras yang menjual plastik itu dari laporan warga. Toko tersebut kini ditutup. Beras dari toko itulah yang kini tengah diuji sampel oleh BPOM untuk mengetahui apa saja kandungan di dalamnya. (agk/agk)