Wagub Djarot: Bar, Kafe Bukan untuk Fasilitasi Mabuk-mabukan

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Jumat, 24/04/2015 13:30 WIB
Wagub Djarot: Bar, Kafe Bukan untuk Fasilitasi Mabuk-mabukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat didampingi istrinya Heppy Farida di rumah dinasnya, Kamis (25/12). (CNNIndonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak kafe, restoran, dan bar yang menjual minuman beralkohol di kawasan ibu kota.

Namun, Djarot mengatakan bahwa keberadaan tempat makan dan minum penjual minuman keras (miras) tersebut tidak bisa dipandang sebagai upaya memfasilitasi masyarakat Jakarta untuk mabuk-mabukan.

Keberadaan kafe dan bar yang menjual miras lebih bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan minuman beralkohol yang dimiliki para turis maupun individu yang memang mengkonsumsi minuman tersebut.


"Sekarang ini sebetulnya kafe, bar beberapa itu sudah menyediakan untuk minum anggur, wine. Kan ‎ada wine and sugar itu saya lihat di Kemang. Tapi yang harus digarisbawahi bahwa itu (keberadaan kafe dan bar) bukan untuk melegalisasi meraka yang mabuk-mabukan loh ya," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/4).

Pemprov DKI Jakarta diketahui berencana untuk menyediakan toko khusus untuk menjual miras, jika Peraturan Kementerian Perdagangan memperbolehkan hal tersebut nantinya.

Namun, Djarot pada pagi tadi mengaku belum memiliki konsep detail mengenai bentuk dan tata kelola toko khusus penjual miras jika nantinya jadi dibuka di kawasan ibu kota.

"Kalau itu (toko khusus miras) konsepnya secara detail biar pak Gubernur‎ yang nanti bisa menjelaskan," ujar Djarot.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan mendukung penuh segala kebijakan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel terkait penjualan minuman beralkohol di Indonesia.

"Kami mendukung semua keputusan kebijakan Menteri Perdagangan. Dia mau apa, kami dukung," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Menurut Ahok, niatnya untuk memberikan izin berjualan minuman keras (miras) ke toko khusus di DKI Jakarta tidak akan melanggar pembatasan jual minuman beralkohol yang telah dikeluarkan Gobel.

Bahkan, Ahok mengklaim rencananya untuk memberi izin berjualan miras kepada toko khusus di Jakarta sejalan dengan rencana Menteri Gobel. "Menteri Perdagangan juga ingin menyediakan tempat-tempat khusus untuk menjual minuman keras," kata Ahok. (Baca juga: FPI Sebut Ahok Bisa Merusak Negara)

Ahok mengaku sedang mengkaji izin yang akan diberikan pada toko khusus minuman beralkohol ini. Izin ini nantinya akan diberikan pada toko-toko tertentu.

Ia mencontohkan di negara lain di mana ada tokoh khusus minuman beralkohol yang hanya bisa dikunjungi orang dewasa saja. "Anak dibawah umur tidak bisa," kata Ahok. (Baca juga: Soal Izin Toko Miras, Ahok Tunggu Arahan Menteri Gobel

Gobel sendiri, dalam pesan singkat kepada CNN Indonesia menyatakan akan memberikan penyataan setelah bertemu dengan Ahok. Namun dia tidak menjelaskan lagi kapan pertemuan dengan Ahok akan digelar dan apa agenda pertemuan tersebut. (Baca juga: Toko Khusus Jual Miras Bakal Diwajibkan Punya Izin Khusus) (hel)