“Saya tetap dan selalu hormat pada Pak Harto,” kata Habibie dalam wawancara dengan CNN Indonesia di kediamannya, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nada kecewa tak ayal terdengar saat Habibie bercerita. Menurutnya, begitu pesawat yang ia tumpangi dari Jerman mendarat di Jakarta, ia langsung bergegas menuju RSPP. Habibie dan Ainun bahkan tak mampir lebih dulu ke rumah mereka.
Habibie mengatakan ia sungguh-sungguh balik lagi ke bandara, naik pesawat, lalu terbang kembali ke Jerman. Sebab satu-satunya tujuan dia ke Indonesia ialah bertemu Soeharto, dan itu tak berhasil.
Simak selengkapnya FOKUS: Mengingat Kembali Reformasi
Apapun yang terjadi, Habibie menegaskan tetap menghormati dan sayang kepada Soeharto. Hubungannya dengan keluarga Cendana pun, menurut Habibie, tetap baik sampai saat ini.
Penolakan Soeharto untuk bertemu Habibie juga terjadi menjelang kejatuhannya, saat Habibie mengantarkan surat pengunduran diri 14 menteri ke kediaman Soeharto di Cendana, 20 Mei 2008. (Baca kisah Soeharto Sampai Mati Tak Mau Bertemu Habibie) (agk)