"Teman-teman Bareskrim ingin tahu soal kasus Petral, jadi saya beri tahu," kata Faisal saat meninggalkan gedung Bareskrim Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis malam (21/5).
Dia mengaku tidak tahu apakah pembahasan ini adalah awalan dari kasus baru yang akan dibuka Bareskrim. Intinya, kata dia, Bareskrim meminta dia menjelaskan terkait rekomendasi pembubaran perusahaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Faisal mengaku telah membagikan semua informasi yang dia miliki ke Bareskrim. "Ada nama-nama yang kami (Tim Anti Mafia Migas) dapat, kebetulan cocok dengan yang di sini," ujarnya.
"Bukan mafia migas ya, artinya ada nama-nama yang bisa dikaitkan. Saya punya nama, di sini juga punya nama, kebetulan cocok," kata Faisal melanjutkan.
Sebagaimana dijelaskan Faisal, dia juga mengaku telah membahas masalah-masalah terkait Petral. Alasannya, Viktor sempat membaca laporan Faisal soal audit forensik terkait Petral.
"Direkomendasikan audit investigasi, bahkan audit forensik, coba bayangkan. Jadi saya pikir harus bicara dengan beliau," kata Viktor.
Dia pun menyatakan pertemuan ini tidak dilakukan untuk mengungkap kasus baru terkait mafia migas. Menurutnya, dia hanya ingin mendapatkan informasi dari pengalaman-pengalaman Faisal.
"Kan kami tahunya beliau sebagai Ketua Tim Reformasi Migas itu, maka beliau sebagai ketua tentu punya bahan-bahan yang kita perlukan," ujarnya. (sip)