Melihat fenomena tersebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok angkat bicara. "Pandangannya sederhana saja, tidak usah memperalat anak-anak," kata Ahok saat ditemui di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin (25/5).
Ratusan bangunan di kawasan tersebut rencananya memang akan dibongkar untuk dialihfungsikan sesuai peruntukkannya, yaitu sebagai jalan inspeksi atau Jalan Lingkar Kota Tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, keberatan warga tersebut tidak berdasar. Sebab, seharusnya warga senang dipindahkan ke rusun karena sewanya lebih murah.
Belum lagi, Ahok mengatakan, di rusun para warga bisa mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap dan lebih terjamin. "Sekarang rusun ada klinik. Anak-anak Anda hang tidak punya KJP, kami kasih," ucapnya. "Demo-demo, ribut-ribut itu itu rata-rata yang punya tempat lapak disewain."
Jika warga terus ribut dan terus menolak pembongkaran ratusan bangunan tersebut, Ahok mengancam akan memggugat warga. "Saya gampang saja, kalau Anda mau ribut, saya gugat Anda. Karena Anda menyewakan lahan negara," tegasnya.
"Anda tinggal di sungai bagaimana, kalau banjir lapor ke media. Kalau tidak tinggal di pinggir sungai ya banjir dong," pungkasnya. (sip)