Tiga Kali Kalah di Praperadilan, JK Minta KPK Lebih Hati-Hati

Negiza, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2015 19:15 WIB
Tiga Kali Kalah di Praperadilan, JK Minta KPK Lebih Hati-Hati Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah pertemuan di Jakarta, March 18, 2015. (Reuters/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap kekalahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak tiga kali dalam persidangan praperadilan yang dimohonkan tersangka korupsi dapat membuat KPK lebih objektif.

"Positifnya KPK sekarang harus betul-betul hati-hati, jangan seperti zaman dulu, main tembak aja kadang-kadang, dan bisa betul-betul objektif dan kerja sesuai hukum," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/5).

JK menjelaskan kekalahan sebaiknya tidak dianggap negatif dengan menilai dan meyakini KPK malah jadi tumpul, karena KPK saat ini juga diawasi oleh pelaksanaan hukum.


Sebelumnya, KPK sudah tiga kali kalah dalam persiangan praperadilan yang dimohonkan tersangka korupsi. Kekalahan pertama KPK adalah saat hakim Sarpin Rizaldi mengabulkan gugatan Budi Gunawan.

Selanjutnya, KPK juga kalah dalam praperadilan yang dimohonkan oleh mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin. Kekalahan terakhir KPK dalam praperadilan dari tersangka korupsi yang juga bekas Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Zulkarnaen mendorong pembuatan acuan hukum materiil dan formil terkait lembaga praperadilan. Menurutnya, adanya aturan tersebut dapat mencegah pemahaman yang berbeda tentang kewenangan praperadilan di antara para hakim.

"Jelas perlu ada batasan, seperti dari undang-undang, yurisprudensi dan etika profesi," kata Zulkarnen melalui pesan singkat, Kamis (28/5) pagi. Yang terjadi saat ini, kata Zulkarnaen, masing-masing membaca dan memahami praperadilan secara berbeda-beda, sempit dan parsial. "Bisa juga berdasarkan subyektifitas," katanya. (meg/meg)