Menurut Ketua Fraksi Nasdem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, keberadaan situs pendukung Ahok—sapaan Basuki—itu justru dapat membantu warga mengetahui ada atau tidaknya keinginan dalam diri Ahok untuk kembali mengusung diri dalam Pilkada mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun masih berjarak dua tahun hingga pilkada digelar nanti, namun dukungan mulai dicari oleh relawan sejak pertengahan 2015 ini. Dukungan mulai dihimpun karena besar kemungkinan Ahok akan maju dalam Pilkada serentak 2017 mendatang melalui jalur independen, tanpa diusung oleh satu partai politik pun di Indonesia.
"NasDem akan mengambil posisi pada waktunya. Tidak mungkin berposisi sekarang karena kita harus melalui mekanisme penjaringan dahulu. Kalau ada rencana masyarakat untuk mengusung orang untuk menjadi calonnya juga itu kan tidak menyalahi aturan," kata Bestari. (Baca: Ditawari NasDem Maju Gubernur Lagi 2017, Ahok Berhitung)
Sejak Pilkada serentak 2015 ini, dukungan bagi calon independen di daerah dengan jumlah penduduk enam sampai 12 juta harus mencapai batas minimal dukungan sebesar 7,5 persen dari jumlah total penduduk di kawasan terkait.
Ahok juga sejauh ini belum menunjukkan upaya yang jelas untuk maju kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ahok yang kini tak berpartai bukan berarti minim dukungan. NasDem sudah pernah menyatakan membuka pintu lebar-lebar bagi Ahok jika ingin kembali maju. Namun, sampai sekarang Ahok belum memberikan jawaban soal tawaran itu. (sur/sur)