"Belum ada (penunjukan konsultan), nanti akan disayembarakan. Itu masalah teknis lah," kata Roem kepada CNN Indonesia, Kamis (11/6).
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, parlemen telah membentuk Tim Reformasi DPR RI yang dipimpin Wakli Ketua DPR RI Fahri Hamzah. BURT, kata Roem, hanya akan membahas satuan anggaran secara umum dan tidak sampai pada pengadaan barang/jasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pendanaan, hingga kini, kata Roem, belum ada pembahasan dan nominal anggaran yang sudah dialokasikan. Pendanaan, rencananya akan diserahkan penuh kepada Sekretariat Jenderal DPR RI.
"Saya ingin pastikan itu semuanya berjalan transparan dengan pengguna anggaran sekjen. Komplek DPR perlu dikelola dan diberikan akses luas bagi rakyat dan DPR perlu menyediakan ruang demokrasi yang layak," tegasnya.
Diketahui, rencana tersebut merupakan langkah pertama dari tujuh langkah pengembangan tersebut. "Transparansinya akan terus dijaga," ujar Winan, kemarin.
Ia pun memberikan contoh diaplikasikannya sistem transparansi oleh sekretariat jenderal DPR melalui diupdatenya rencana dan perkembangan anggaran untuk rencana belanja umum 2016 di website. Kendati demikian, Winan mengatakan hal tersebut belum dapat dilakukan karena memang belum adanya anggaran bahkan pagu anggaran untuk tujuh langkah tersebut.
"Belum ada anggaran. Masih assessment," ungkapnya.
Hal serupa diutarakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPR Achmad Juned, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Menurutnya pagu tersebut belum dibentuk karena masih belum diketahui secara detil apa saja yang akan menjadi kebutuhan untuk tujuh langkah tersebut.
"Belum-belum. Kami kerjakan dulu masukan-masukan yang masuk melalui FGD (Forum Group Discussion), setelah itu baru anggaran," jelas Juned. (pit/pit)