"Bahwa kami punya tugas dan fungsi masing-masing. Tidak mustahil ada pergesekan tapi tidak harus menimbulkan ketidakharmonisan antar lembaga," kata Ruki usai menghadiri syukuran peringatan hari Bhayangkara di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (1/7). (Lihat Juga: Pita Hitam di HUT Polri, Tanda Dukacita untuk Hercules)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Polri menunjukkan geliat pemberantasan korupsi dengan menagani kasus-kasus kelas kakap. (Baca juga: Kapolri: Terimakasih Presiden Menaikkan Pendapatan Polisi)
"Mungkin, hari ini kami disuruh bekerjasama dengan KPK, kami lakukan, bukan berarti suka atau tidak suka, tapi itu karena amanat Undang-Undang," ujarnya.
Pada awalnya, KPK sendiri didirikan karena Polri dan Kejaksaan dianggap kurang mumpuni memberantas korupsi. Meski sekarang Polri sudah menunjukkan kemampuannya menangani kasus korupsi, Budi tidak lantas angkat bicara menilai Komisi Antirasuah.
"Saya tidak kapasitas untuk menilai. Silakan pemerintah dan DPR yang menilai," kata Budi. (utd)