Isu yang menyeruak adalah soal interogasi polisi terhadap si penyidik yang memasuki ranah kasus yang tengah si penyidik lakukan di KPK. Meski begitu, Johan Budi, pelaksana tugas pimpinan KPK, meminta masyarakat tidak perlu berasumsi macam-macam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Johan juga tidak tahu menahu soal pertanyaan yang dilontarkan penyidik Polri kepada penyidik KPK terkait teror yang diterimanya. Mungkin saja, kata Johan, pertanyaan tersebut untuk memperdalam kemungkinan teror berhubungan dengan kasus yang sedang diusutnya.
Terlebih lagi, Johan mendengar ada janji dari Kapolri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Maka dari itu Johan meminta masyarakat untuk bersabar.
"Kami sudah lapor ke Polsek, Polres, hingga Polda. Bahkan Polda juga mengirim tim gegana ke lokasi. Kita percayakan lah," kata Johan.
Sebelumnya penyidik KPK bernama Kompol Afif merupakan anggota Polri yang dipekerjakan di lembaga antirasuah. Teror kepadanya berlangsung ketika proses seleksi calon pemimpin KPK tengah berlangsung.
Kepolisian kini sedang menyelidiki benda menyerupai bom yang ditemukan di rumah Apip di Bekasi Selatan. “Minggu malam (5/7) sekitar jam 22.00 WIB, Afif melihat benda mencurigakan seperti bom di sekitar pagar," kata Humas Polresta Bekasi Ajun Komisaris Besar Siswo. (meg)