“Ya sudah, biar saja. Kita tunggu proses hukum di Filipina,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta. (Baca: Hidup-Mati Mary Jane Tergantung Proses Hukum di Filipina)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika nantinya Mary Jane punya semacam novum bahwa dia korban perdagangan manusia, mungkin saja itu akan jadi alasan bagi dia untuk kembali mengajukan grasi atau Peninjauan Kembali. Tetapi itu tidak akan menggugurkan vonis yang sudah ada," kata Prasetyo.
Paling tidak novum bisa membuat Mary Jane lepas permanen dari vonis mati yang telah dijatuhkan pengadilan kepadanya.
Pagi tadi Mary Jane dikunjungi oleh Pacquiao di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta. Mereka berbincang-bincang selama setengah jam, berdoa bersama, dan bertukar cenderamata. (Baca: Mary Jane Menangis Bertemu Pacquiao)
Pacquiao yang juga anggota parlemen Filipina itu telah lama berniat menemui Mary Jane. April lalu dalam salah satu kemunculannya di televisi, Pacquiao meminta Presiden Jokowi untuk menangguhkan hukuman mati terhadap Mary Jane.
“Mewakili seluruh rakyat Filipina, saya memohon dan mengetuk pintu hatimu yang baik, agar Yang Mulia mau memberikan grasi kepada Veloso dan menyelamatkan nyawanya dari eksekusi mati,” kata Pacquiao seperti dilansir GMA Network.
Pacquiao yang saat itu hendak bertarung melawan Floyd Mayweather memanfaatkan momen tersebut untuk bicara soal Mary Jane.
“Tuan Presiden, 2 Mei saya akan bertarung di Las Vegas, Nevada, melawan Mayweather dalam pertarungan yang dikatakan sebagai pertarungan terbesar abad ini. Bagi saya, akan menjadi dorongan moral yang sangat besar jika perbuatan kecil saya ini bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” ujar Pacquiao.
Pacquiao kini hendak meminta bantuan DPR untuk memfasilitasi niatnya bertemu Presiden Jokowi secara langsung. (Baca: Manny Pacquiao Ingin Bertemu Jokowi) (agk)