Ahok Puji Video Dukungan Buatan Relawan Teman Ahok

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2015 21:43 WIB
Ahok belum memastikan akan maju Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Wagub DKI Djarot Syaiful Hidayat. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memuji langkah relawan pendukungnya yang membuat video ajakan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk sebagai bentuk dukungan kepada dirinya di kanal video YouTube.

Ahok, sapaan Basuki, mengungkapkan rasa sukanya terhadap video yang sudah diunggah oleh kelompok relawan pendukung bernama 'Teman Ahok'. Menurutnya, Teman Ahok telah menunjukkan keseriusan dalam membantu dirinya agar dapat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017 melalui jalur independen dengan adanya video tersebut.

"Saya sudah lihat, bagus juga tuh. Keren juga loh, saya dikirimin juga melalui handphone, ditanya sama orang 'benar nggak nih?' Kalau Teman Ahok benar deh," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7).


Walaupun menyatakan rasa sukanya atas video dari Teman Ahok, namun mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan belum pasti akan mengajukan diri sebagai calon Gubernur saat Pilkada 2017 melalui jalur independen. Secara tersirat, Ahok ungkapkan adanya kemungkinan dirinya dipinang partai politik saat Pilkada nanti berlangsung.

"Tergantung (independen atau partai politik). NasDem kan suaranya belum cukup. Partai Idaman juga belum bisa dia (mencalonkan orang sebagai cagub)," ujar Ahok. (Baca juga: Ahok: Lanjut Oke, Diberhentikan Lebih Oke Lagi)

Dalam video berjudul 'Jakarta Butuh Kamu, Ayo Bergerak Sekarang' karya Teman Ahok, ditampilkan beragam informasi yang dibutuhkan untuk menarik perhatian warga ibu kota agar mau memberikan dukungan kepada Ahok. Video berdurasi dua menit lebih itu juga menjelaskan cara penyerahan KTP yang dapat dilakukan oleh warga DKI Jakarta hingga Juli 2016 mendatang.

"Agar aman, Ahok butuh 1 juta dukungan yang harus dikumpulkan sampai bulan Juli 2016. Ya, Juli 2016 itu karena Pilkada DKI Jakarta sudah dimajukan ke bulan Februari 2017," bunyi salah satu isi dari video tersebut.

Selain NasDem, belum ada partai lain yang menunjukkan minatnya untuk meminang Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 nanti. Ahok, usai menyatakan diri keluar dari Gerindra kini tidak tergabung dalam partai manapun. Ini yang membuat kemungkinan Ahok untuk maju melalui jalur independen. (Baca juga: Ahok Siap Bersaing dengan Lulung dalam Pilkada Serentak)

Sementara PDIP yang dulu mengusung Jokowi dan Ahok juga belum menunjukkan tanda-tanda bakal kembali bersedia bekerja sama dengan Ahok. PDIP sendiri belum menunjukkan tanda-tanda siapa yang bakal diajukan sebagai calon gubenur DKI di Pilkada nanti.

Hanya saja, melihat Djarot Syaiful Hidayat yang kini dipasangkan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, besar kemungkinan dia yang akan dicalonkan. Djarot sudah dikenal publik Jakarta, dan posisinya sebagai wakil gubernur membuat dia sudah tahu apa persoalan Jakarta. Untuk urusan birokrasi, Djarot dua periode menjadi Walikota Blitar. Lainnya yang penting adalah Djarot memiliki kemampuan komunikasi lebih baik dari pada Ahok.

PKS belum membahas persoalan ini sama sekali. Demikian juga Gerindra. (hel)