"Visi misinya yang khusus 50 persen harus diubah. Terutama terkait misi pencegahan, itu tidak bunyi dalam misi yang sekarang ini. Crime prevention program tidak dijalankan," kata Hendardji di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
Mantan Komandan Pusat Polisi Militer TNI periode 2006-2007 itu menyebut saat ini program pencegahan di tubuh KPK tidak berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu caranya adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang dilakukan secara institusional.
"Saya selama tugas 36 tahun, koordinasi selalu saya lakukan dan jalan," ungkap Hendardji.
Diketahui, TNI memberikan rekomendasi kepada Mayor Jenderal Purnawirawan Hendardji Soepandji pada pertengahan Juni lalu untuk maju memperebutkan kursi komisioner KPK.
"Kami rekomendasikan Pak Mayjen Purnawirawan Hendardji untuk kita kirim sebagai calon ketua KPK dan Panglima TNI memberikan rekomendasi," ujar Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta, kala itu, Selasa (16/6).
Moeldoko memberi alasan diajukannya jenderal purnawirawan bintang dua itu. Pertama adalah karena Hendardji pernah menjadi Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom).
“Beliau juga memiliki dasar hukum serta pernah menangani kasus besar dalam konteks koneksitas antara TNI dengan sipil," katanya.
Alasan selanjutnya adalah karena Hendardji memiliki integritas yang baik serta disiplin dan tanggung jawab yang tinggi. (meg)