"Dijadwalkan hari ini RP (Raden Priyono) diperiksa," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Viktor Simanjuntak, Kamis (13/8).
Meski surat pemanggilan sudah dilayangkan, Viktor mengaku belum mendapatkan konfirmasi apakah Priyono akan datang atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa upaya paksa, kami tidak main-main," ujarnya.
Panggilan kedua pun dilayangkan untuk jadwal pemeriksaan Rabu (5/8) pekan lalu. Pada pemeriksaan ini, Priyono memenuhi panggilan penyidik tapi tidak menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan terhadap Priyono saat itu urung dilakukan lantaran yang bersangkutan mengaku menderita penyakit ambeyen.
Dalam kasus ini, selain Priyono, penyidik telah menetapkan dua tersangka lain yakni bekas Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono dan pemilik lama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno.
Penyidik menduga TPPI menjadi mitra penjualan kondensat BP Migas tanpa dipayungi kontrak. Setelah satu tahun jual beli berjalan, BP Migas malah menunjuk perusahaan itu secara langsung dengan menyalahi prosedur.
Selain itu, TPPI juga diketahui berada dalam kondisi keuangan tidak sehat pada kala itu. Karenanya, perusahaan tersebut tidak layak dijadikan mitra dan gagal membayar hutangnya sehingga terjadi kerugian negara (sur)