Ahok Kritisi Masa Tunggu Haji Jakarta 17 Tahun

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2015 11:56 WIB
Ahok Kritisi Masa Tunggu Haji Jakarta 17 Tahun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/7). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta Kementerian Agama membatasi pendaftaran haji. Mereka yang sudah pernah berhaji diharapkan tak diperbolehkan mendaftar lagi.

Saat ini masa tunggu haji di DKI Jakarta mencapai 17 tahun. Gubernur yang biasa disapa Ahok itu mengibaratkan, masa 17 tahun sama dengan tiga periode lebih masa kepemimpinan kepala daerah. "Lama sekali ini," katanya saat melepas 40 petugas haji DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (13/8).

Masa tunggu yang sudah mencapai belasan tahun ini dinilai Ahok tak ideal. Karena itu perlu ada pembatasan bagi yang pernah berhaji dilarang untuk mendaftar lagi.


Dengan begitu bisa mengurangi jumlah calon jemaah dan bisa mempersingkat masa tunggu. (Baca juga: Biaya Ibadah Haji Tahun Ini Turun)

Selama ini pembatasan memang sudah diterapkan tapi hanya berlaku bagi petugas pendamping haji.

"Petugas Haji yang berangkat diusahakan belum pernah naik haji. Jadi sambil tugas mereka bisa melaksanakan ibadah hajinya," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Tahun ini, kuota haji Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 berjumlah 5.668 orang yang tergabung dalam 13 kloter dan dua gelombang. Sementara itu, untuk jumlah petugas pendamping jemaah haji, DKI memberangkatkan 40 orang yang terdiri dari yang terdiri dari 21 tim pemandu haji daerah (TPHD) dan tim kesehatan haji daerah (TKHD).

Awal pemberangkatan jemaah haji dijadwalkan tanggal 21 Agustus 2015 dan masa pemulangan tanggal 12 Oktober 2015.

Kemeterian Agama sendiri saat ini tengah menyusun aturan untuk melarang mereka yang sudah pernah berhaji untuk mendaftar lagi. DPR juga sudah mendesak Kementerian Agama agar aturan ini segera dikeluarkan. Diperkirakan baru tahun depan aturan ini bisa diberlakukan. (Baca juga: Tahun Depan Dilarang Naik Haji Dua Kali)

Biaya Mahal

Untuk tahun 2015, ongkos naik haji terbilang lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai lebih dari Rp 13 ribu.

"Biayanya bisa Rp 50-60 juta. Padahal sebelumnya sekitar Rp 20 juta," kata Ahok. Padahal sebelumnya dalam rapat DPR dengan pemerintah ongkos naik haji turun dari US$ 3.219 menjadi US$ 2.717. Ada penurunan US$ 502 atau sekitar Rp 6 juta. (Baca juga: Ongkos Haji Turun Rp 6 Juta Lebih)

Naiknya ongkos tahun haji juga menyebabkan anggaran DKI untuk memberangkatkan petugas haji mengalami kenaikan. Jika DKI memberangkatkan 40 jemaah haji, maka Pemprov diperkirakan mengeluarkan anggaran sekitar Rp 2 miliar. (sur/sur)