MPR Minta Megawati Buka Seminar Soal Sistem Kenegaraan
Aulia Bintang Pratama | CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2015 10:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI rencananya akan menggelar berbagai acara sebagai bentuk perayaan Hari Konstitusi yang jatuh pada hari ini. Ketua MPR, Zulkifli Hasan, pun menyebutkan akan ada dua agenda yang disiapkan untuk hari ini.
Acara pertama, kata Zulkifli, adalah seminar tentang konstitusi yang akan dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
"Seminar kita mengenai sistem kenegaraan kita apakah sudah sempurna atau belum. Nanti hasilnya akan jadi masukan bagi lembaga kajian MPR," kata Zulkifli, saat ditemui di kompleks DPR RI, Selasa (18/8).
Zulhas, sapaan akrabnya, menjelaskan acara akan dimulai pukul 10.00 WIB dan dibuka oleh Megawati. Dia pun menyebut Mega akan berperan sebagai pembuka seminar sekaligus keynote speech.
Untuk seminar kedua, Zulhas mengatakan, agenda akan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Acara itu, katanya, akan berusaha mengingatkan anggota parlemen tentang janji-janji kebangsaan.
Menurut Zulhas, rakyat Indonesia sebaiknya tidak lagi membahas persoalan yang membuat Indonesia kembali mengungkit masalah sebelum Indonesia merdeka.
"Kalau masih ada masalah agama dan lain-lain itu artinya kita mundur. Masalah sekarang adalah bagaimana sumber daya manusia kita bisa sama dengan negara maju yang lain," katanya. (meg)
Acara pertama, kata Zulkifli, adalah seminar tentang konstitusi yang akan dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk seminar kedua, Zulhas mengatakan, agenda akan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Acara itu, katanya, akan berusaha mengingatkan anggota parlemen tentang janji-janji kebangsaan.
"Kalau masih ada masalah agama dan lain-lain itu artinya kita mundur. Masalah sekarang adalah bagaimana sumber daya manusia kita bisa sama dengan negara maju yang lain," katanya. (meg)