Berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Luhut berkata, banyak kepala daerah di dua provinsi tersebut tidak menetap di daerah yang mereka pimpin karena memilih tinggal di Jakarta.
"Banyak pejabat di daerah sana yang tidak tinggal di daerah pemerintahannya melainkan banyak membuang waktu di Jakarta dan tempat lain," ujar Luhut di Jakarta, usai memimpin rapat dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara yang berada di bawah koordinasinya, Selasa (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Sanksi) ini akan segera dirumuskan. Dengan demikian, jangan menyalahkan pemerintah pusat yang seolah-olah tidak memperhatikan Papua," ungkap Luhut.
Buruknya perilaku kepala daerah di Papua dan Papua Barat ini menjadi salah satu pembahasan rapat koordinasi yang dipimpin Luhut, petang tadi.
Rapat tersebut merupakan forum koordinasi pertama antara Kemenko Polhukam dan sejumlah kementerian serta lembaga negara di bawahnya, sejak Luhut ditunjuk menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
Setidaknya terdapat sebelas pejabat tinggi negara yang menghadiri rapat ini, di antaranya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BIN Sutiyoso, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Jaksa Agung Prasetyo. (pit)