Polisi dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Poso

Jafar Bua, CNN Indonesia | Rabu, 19/08/2015 16:26 WIB
Polisi dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Poso Badrodin Haiti (kiri depan) saat mendengarkan penjelasan dari Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Azis (ketiga kanan) tentang kronologi penembakan terhadap seorang terduga teroris di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4). Kepolisian kembali menembak mati seorang terduga teroris yang diduga kelompok Santoso Cs di Jalur Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (4/4). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Poso, CNN Indonesia -- Baku tembak kembali terjadi di pegunungan Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kontak senjata melibatkan aparat Brimob Polda Sulteng dan Detasemen Khusus Anti Teror Mabes Polri dengan kelompok sipil bersenjata.

Kontak senjata yang terjadi pada Senin (17/8) sekitar pukul 15.30 WITA itu baru diungkap oleh pihak kepolisian Rabu ini (19/8). (Baca: Dua Polisi Terluka Saat Sergap Anak Buah Teroris Santoso)

Baku tembak terjadi setelah pasukan Brimob Polda Sulteng dan Densus 88 melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang diduga adalah kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso di sekitar Desa Kilo, Poso Pesisir Utara.


Dalam pengejaran itu, polisi menemukan sebuah kamp yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok Santoso di pegunungan Poso Pesisir yang lokasinya beberapa kilometer dari Desa Kilo. (Baca: Densus 88 Tangkap Dua Anak Buah Teroris Santoso)

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan sekitar pukul 15.30 waktu setempat terjadi kontak senjata setelah beberapa orang di kamp persembunyian tersebut melakukan perlawanan saat akan disergap oleh aparat keamanan.

“Kontak senjata ini berlangsung sekitar 30 menit,” tutur Idham. (Baca: Dua Teroris Kelompok Santoso Tewas Ditembak)

Idham belum dapat memastikan apakah ada korban jiwa dalam baku tembak tersebut. Namun polisi berhasil menyita sejumlah senjata api, bom rakitan, dan beberapa peralatan lainnya yang diduga milik kelompok Santoso.

Saat ini, lanjut Idham, ia bersama jajaran kepolisian dari Polda Sulteng menunju ke Kabupaten Poso untuk menindaklanjuti laporan kejadian tersebut.


(obs/obs)