Meski begitu, Badrodin menolak mengatakan kondisi di Poso merupakan darurat sipil. Menurutnya, kondisi di sana masih bisa dikendalikan dengan baik.
"Tidak, itu masih terlalu dini. Ini masih bisa diatasi," kata Badrodin saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (21/8). (Baca juga: Polisi dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Poso)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bisa bergerak ke berbagai tempat untuk menambah kekuatan dan bisa membeli senjata dengan dana sumbangan dari simpatisan," ujar Badrodin. (Baca juga: Polri Tingkatkan Pengamanan Empat Daerah Jelang HUT RI)
Meski begitu, Badrodin mengungkapkan bahwa tim Polri belum membutuhkan bantuan anggota TNI untuk menangkap kelompok Santoso. Hanya saja, koordinasi dengan lembaga pimpinan Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut terus dilakukan.
"Sementara kita sudah koordinasi, tapi belum minta bantuan," katanya.
Baku tembak antara kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso kembali terjadi sejak Selasa (18/8) hingga Rabu (19/8). Dalam kontak senjata itu, Bado, seorang anggota kelompok sipil bersenjata itu tewas ditembak aparat saat penyergapan di Gunung Auma dan Gunung Langka.
Jenazah tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk menjalani autopsi guna memastikan bahwa jasad tersebut adalah Bado. Polisi akan melakukan pencocokan DNA dengan pihak keluarga.
Menurut Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Azis, Bado adalah satu dari puluhan terduga teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang. “Bado juga diduga terlibat dalam sejumlah kasi kekerasan bersenjata di Poso,” ujarnya.
Dalam peristiwa kontak senjata itu, selain menewaskan satu anak buah Santoso, seorang anggota polisi juga terkena tembakan.
Pihak kepolisian meyakini Santoso alias Abu Wardah yang memimpin anak buahnya saat baku tembak di Gunung Langka pada Rabu kemarin.
Idham menuturkan, dalam kontak senjata, Santoso yang bersama anak buahnya berjumlah sekitar 30 orang dilengkapi dengan senjata penghancur tank dan ratusan bom. Dalam penyergapan di kamp persembunyian di Gunung Langka itu Santoso kembali berhasil lolos. (pit)