Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Komisaris Besar Pol Leo Bona Lubis menyatakan setelah penyergapan terhadap kelompok Santoso polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang ditinggalkan kelompok sipil bersenjata itu di kamp persembunyian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun mengenai korban yang tewas dalam kontak senjata itu, Leo menjelaskan jenazah AKP Anumerta Bryan Theophany Tatontos telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulteng, bersama jenazah anggota kelompok Santoso bernama Osama alias Bado yang juga tewas dalam baku tembak di Pegunungan Langka pada Rabu lalu.
Leo melanjutkan, dua jenazah tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk dibersihkan. Jenazah Bryan selanjutnya disemayamkan di Gedung Torabelo Markas Polda Sulteng. “Sambil menunggu keluarga yang datang dari Manado untuk mengambilnya,” ujar Leo.
Jenazah perwira polisi itu disimpan di ruang pengawet jenazah di RS Bhayangkara. “Jumat pagi diterbangkan ke kampung halamannya di Manado,” kata Leo.
Pasukan Brimob di bawah pimpinan Bryan ditembaki oleh kelompok Santoso saat melakukan penyergapan dari arah perbukitan di pegunungan Langka. (Baca: Polisi dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Poso)
Dalam peristiwa itu Bryan tertembus peluruh di bagian perut dan pinggang sebelah kiri. (obs/obs)