Dua jalur di Jalan Jatinegara Barat juga kembali dibuka bagi kendaraan yang ingin melintas setelah beberapa hari lalu ditutup. Tampak kepadatan lalu lintas di kedua jalur di Jalan Jatinegara Barat. Dua petugas kepolisian dan seorang petugas dari Dinas Perhubungan tampak mengatur lalu lintas. Sementara itu, di lokasi penggusuran aparat keamanan yang berjaga juga hanya terlihat segelintir saja.
Beberapa pemilik toko juga terlihat kembali menjajakan barang dagangannya. Namun, sebagian toko masih enggan untuk berjualan. Kerugian dirasakan pedagang yang berada disekitar lokasi penggusuran. (Baca juga: Sengkarut Keadilan yang Diharapkan Warga Bantaran)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian tersebut bertambah akibat beberapa dagangannya yang hilang dan etalase kaca tempat jualannya pecah akibat bentrokan warga dan aparat keamanan.
Sementara itu, belum tampak adanya aktivitas penggusuran yang dilakukan. Alat-alat berat pun masih berada dipinggir jalan. Beberapa warga terlihat berkumpul di lokasi penggusuran. (Baca juga: Kisah Operator Alat Berat Penggusur Kampung Pulo)
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran sepanjang 1,8 kilometer sepanjang bantaran Kali Ciliwung. Total ada 514 rumah warga Kampung Pulo yang digusur akibat program normalisasi Kali Ciliwung. Bentrokan akibat penolakan penggusuran juga sempat terjadi antara warga dan aparat keamanan pada Kamis (20/8), akibatnya 27 orang ditangkap dan 12 orang mengalami luka-luka. (Baca juga: Rumah Hilang di Kampung Pulo, Tapi Tidak dengan Kenangan) (pit)