Lino Ancam Mundur, Serikat Pekerja BUMN: Copot Saja

CNN Indonesia | Senin, 31/08/2015 12:15 WIB
Lino Ancam Mundur, Serikat Pekerja BUMN: Copot Saja Kapal kargo bersandar saat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 21 Fbruari 2015. PT Pelindo II akan merevitasilasi pelabuhan dengan optimalisasi lahan existing dan pergudangan, pemangkasan waktu bongkar muat, Elektronisasi dan otomasi (TPS Online, Gate Otomation), serta percepatan pembangunan akses tol pelabuhan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernyataan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) II Richard Joost Lino yang mengancam akan mundur dari jabatannya akibat merasa diperlakukan tidak adil mendapat cemohan dari Serikat Pekerja BUMN. 

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono, mengatakan pernyataan Lino tersebut dinilai berlebihan. Alasannya, pihaknya menilai di bawah kepemimpinannya, kinerja PT Pelindo II tidaklah bagus.

Keuntungan Pelindo II, katanya, juga hanya disubsidi dari terminal peti kemas dan Jakarta International Terminal Contaner (JICT). (Baca juga: Polri: Kami Tak Urusi Percakapan RJ Lino dengan Sofyan Djalil)


“Kalau Pak Lino mau mundur sekalian saja dicopot. Kalau dia bilang telah membuat perusahaan tersebut kaya, buktinya pekerjanya saja masih banyak yang tidak sejahtera,” kata Arief kepada CNN Indonesia, akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan tahunan PT Pelindo II, hingga Mei 2015 lalu, total pendapatan PT Pelindo II tercatat sebesar Rp 2,597 Triliun, atau turun 7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih PT Pelindo juga mengalami penurunan sebesar 1 persen dari periode yang sama tahun lalu, atau mencapai Rp 626,5 Miliar. 

Lebih jauh, Arief mengatakan PT Pelindo II juga saat ini sudah dikuasai oleh pihak asing. (Baca juga: Sofyan Djalil Mengaku Telepon RJ Lino karena Empati)

“Jadi, kerja RJ Lino biasa saja. Pelabuhan di Indonesia sendiri enggak ada yang untung kalau gak disubsidi peti kemas,” kata dia menegaskan.

Sementara itu, mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto sekaligus anggota Dewan Pembina Gerindra Fuad Bawazier menilai RJ Lino telah menyalahi tugas, pokok dan fungsi selama menjadi pimpinan utama di PT Pelindo II.

"Saya mendengar Pak Lino bicara 'I've made this company so rich' Itu bukan tugas dia untuk memburu profit," kata Fuad. (Baca juga: Percakapan Telepon RJ Lino dan Sofyan Djalil Saat Digeledah)

Fuad menilai kesalahan tujuan Lino ini salah satu faktor yang akhirnya memengaruhi lambatnya bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selain itu, Fuad meminta agar Lino tetap fokus tugas utamanya yakni, melancarkan arus keluar masuk barang di pelabuhan.

Hingga berita ini diturunkan, RJ Lino masih juga belum memberikan tanggapan baik melalui telepon atau pesan singkat. (sip/sip)