Untuk itu JK meminta agar langkah-langkah yang diambil RJ Lino dinilai secara objektif. Jangan kemudian setiap langkah dan kebijakan yang diambil memiliki kemungkinan untuk salah. JK menegaskan langkah korporasi tidak mungkin semuanya menguntungkan.
"Ada kadangkala langkah korporasi itu bisa, tapi yang paling penting itu niatnya apa, tujuannya apa. Itu harus kita pelajari," kata JK sebagaimana dikutip dari Detik.com. (Baca juga: Politikus PDIP: Sikap Lino Terkait Penggeledahan Arogan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat penggeledahan itu, RJ Lino mengaku mengirimkan pesan pendek kepada Menko Polhukam Luhut Pandjaitan perihal ini. RJ Lino juga menelepon Menteri BUMN Rini Soemarno. (Baca juga: Percakapan Telepon RJ Lino dan Sofyan Djalil Saat Digeledah)
Menanggapi apa yang menimpa Lino, JK mengingatkan penegakan hukum agar berhati-hati dalam pengusutan sebuah kasus yang mengandung unsur kebijakan.
"Iya kita sebenarnya sudah memberikan, Presiden sudah menginstruksikan ke kepolisian, kejaksaan bahwa pemberantasan korupsi harus tentunya sangat didukung. Namun dalam hal mengekspos perkara itu nanti betul-betul terbukti baru diekspos yang lebih luas," ujar JK. (Baca juga: RJ Lino Menolak Dikaitkan Dalam Kasus Suap Bongkar Muat) (hel/hel)