Satgas Operasi Gabungan untuk Kebakaran Hutan Dibentuk

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2015 18:42 WIB
Satgas Operasi Gabungan untuk Kebakaran Hutan Dibentuk Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air kearah lahan gambut seluas 8 hektare yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Sabtu (27/9). Kencangnya tiupan (AntaraFoto/ Ronny Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Satuan Tugas Operasi (Satgasops) gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI berjumlah 2.090 personel untuk membantu mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pembentukan Satgasops tersebut merupakan penjabaran dari instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kepala BNPB Willem Rampangilei untuk segera memadamkan api dan mengilangkan asap dengan membuat operasi darurat asap. (Baca Juga FOKUS Derita Warga Dikepung Kabut Asap)

"Personel TNI dan Polri akan membantu pemadaman karhutla yang telah dilakukan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, MPA dan masyarakat. Setelah padam, TNI dan Polri akan menjaga wilayah tersebut agar tidak dibakar lagi dengan melakukan patroli, penegakan hukum, dan sosialisasi," ujar Sutopo dalam keterangan pers yang diterima CNN Indonesia, Selasa (15/9). (Lihat Juga: Luhut Marah Gubernur Absen: Jangan Diwakili Jika Masih Hidup!)

Sutopo mengatakan untuk mempercepat penanggulangan karhutla, BNPB menambah empat helikopter water bombing untuk pemadaman udara. Sehingga sampai saat ini sudah ada 17 helikopter yang dikerahkan BNPB. Seluruh helikopter tersebut ditempatkan di beberapa wilayah, diantaranya di Riau 3, di Sumatera Selatan 4, di Jambi 3, di Kalimantan Barat 2, di Kalimantan Tengah 3, di Kalimantan Selatan 1 dan di Kalimantan Timur 1. (Baca Juga: Kadin: Kebakaran Hutan Rugikan Ekonomi Riau Rp 20 Triliun)


Selain itu, hujan buatan juga diperluas dengan menambah satu pesawat CN 295 di Kalimantan Tengah. Sehingga sampai saat ini ada empat pesawat yang dikerahkan BNPB untuk operasi hujan buatan yaitu di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, pada 2013 dan 2014, BNPB pernah menerjunkan pasukan TNI dan Polri untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pada 2013 sebanyak 1.800 personel TNI dan Polri diterjunkan mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, sedangkan pada 2014 sebanyak 2.725 personel TNI-Polri.

Sebelumnya pada Jumat (11/9) telah dikirim 1.059 personil TNI ke Sumatera Selatan untuk memadamkan api di Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin.

Rencananya besok, sebanyak 400 personel Brimob akan dikirimkan dari Jakarta menuju Sumatera Selatan dan Jambi untuk membantu penegakan hukum kebakaran hutan. Selain itu, seratus personel Brimob dari Polda Kalimantan Selatan juga akan dikirimkan ke Kalimantan Tengah. Untuk membantu penegakan hukum di Riau, 100 personel Brimob dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara akan digerakkan ke Riau.



(utd/utd)